Cara menghitung tipe rumahHai, selamat datang di website kami! Kalau kamu sekarang lagi di tahap pusing tujuh keliling melihat-lihat brosur perumahan, fix, kamu ada di tempat yang tepat. Saya tahu banget rasanya. Lihat ada angka-angka seperti Tipe 36/72, Tipe 45/90, Tipe 70, dan bingung, “Ini maksudnya apa, sih? Angka apaan ini?”

Tenang, kebingungan ini wajar banget, kok. Apalagi bagi kamu yang mungkin baru pertama kali cari rumah. Salah mengartikan angka-angka ini bisa berakibat lumayan fatal. Bisa jadi kamu excited dapat harga murah, tapi ternyata rumahnya terlalu sempit untuk keluarga. Atau sebaliknya, kamu malah jadi overbudget karena salah paham soal ukuran.

Nah, di artikel ini, saya mau sharing tuntas, sejelas-jelasnya, tentang apa itu tipe rumah, cara menghitung tipe rumah yang benar, dan apa arti dari angka-angka “ajaib” yang sering dipakai developer itu. Anggap saja ini contekan lengkap kamu sebelum memutuskan membeli rumah impian. Yuk, kita bedah bareng-bareng!

Pengertian Tipe Rumah

Oke, kita mulai dari dasarnya dulu, ya.

Saat kamu dengar developer, agen properti, atau lihat iklan bilang “Tipe 36”, “Tipe 45”, atau “Tipe 120”, angka itu merujuk pada satu hal utama: Luas Bangunan (LB) rumah tersebut.

Jadi, gampangnya, tipe rumah adalah sebuah standar atau penamaan yang dipakai oleh para developer properti untuk mengkategorikan rumah berdasarkan ukuran total dari bangunannya, dalam satuan meter persegi (m2).

Kalau ada yang bilang sebuah rumah itu Tipe 36, artinya total luas lantai yang ada di dalam bangunan (mencakup kamar, ruang tamu, dapur, kamar mandi, dll.) adalah 36 m2.

Ini poin yang paling penting dan sering bikin salah kaprah: Tipe rumah BUKAN luas tanahnya. Angka ini murni ukuran bangunannya saja. Ini adalah standar yang dipopulerkan di industri properti supaya kita sebagai pembeli lebih gampang membandingkan dan mengingat produk rumah yang mereka tawarkan.

Cara Menghitung Tipe Rumah?

desain rumah sederhana di kampung

Secara teori, menghitungnya mudah. Cukup kalikan panjang bangunan dengan lebar bangunan. Misalnya, sebuah bangunan rumah punya panjang 6 meter dan lebar 6 meter, maka luas bangunannya adalah 6 x 6 = 36 m2. Inilah yang kita kenal sebagai Tipe 36.

Namun, di lapangan, Anda pasti lebih sering melihat tulisan yang ada “garis miring”-nya, kan?

Contohnya: Tipe 36/72 atau Tipe 45/90.

Ini adalah format penulisan yang perlu Anda pahami:

  • Angka Pertama (cth: 36): Ini adalah Luas Bangunan (LB) atau Tipe Rumah-nya, yaitu 36 m2.
  • Angka Kedua (cth: 72): Ini adalah Luas Tanah (LT) atau total lahan kavling yang Anda beli, yaitu 72 m2.

Jadi, kalau ada yang tanya, rumah type 36 72 berapa meter? Jawabannya adalah: rumah itu punya luas bangunan 36 meter persegi, yang berdiri di atas tanah seluas 72 meter persegi.

Desain Rumah Kampung Modern Minimalis

Kenapa ini penting banget? Karena selisih antara Luas Tanah (LT) dan Luas Bangunan (LB) adalah sisa lahan yang Anda miliki. Itulah sisa lahan yang akan jadi carport, taman depan, dan area servis atau jemuran di belakang rumah.

Sebagai contoh, kita ambil perbandingan ukuran tanah rumah type 36:

  1. Tipe 36/60: Ini berarti sisa lahan Anda cuma 24 m2 (60-36). Ukuran ini sangat ringkas dan biasanya jadi standar rumah subsidi. Sisa lahan di belakang mungkin cuma 1 meter, sangat sempit. Kalau mau renovasi, pilihannya hampir pasti harus vertikal (ditingkat), yang biayanya jauh lebih mahal.
  2. Tipe 36/72: Sisa lahan Anda ada 36 m2 (72-36). Ini adalah standar yang umum di perumahan komersial. Anda bisa dapat sisa lahan 3 meter di belakang, yang ideal banget untuk perluasan dapur atau nambah 1 kamar tidur di masa depan. Renovasi horizontal (ke belakang) jauh lebih murah.
  3. Tipe 36/90: Sisa lahan Anda 54 m2 (90-36). Ini tergolong luas. Anda punya halaman belakang yang lapang. Ini adalah tipe ideal untuk konsep “rumah tumbuh”.

Jadi, jangan hanya fokus pada angka depannya (Tipe 36). Perhatikan juga angka di belakangnya (luas tanah), karena itu menentukan kenyamanan dan potensi pengembangan rumah Anda di masa depan.

Bedah Tuntas Berbagai Tipe Rumah

Sekarang Anda sudah memahami cara membacanya, mari kita lihat lebih detail berbagai tipe rumah yang umum di Indonesia, dari yang paling ringkas sampai yang paling luas.

Tipe 21 atau 24

denah rumah type 21 2 lantai

Ini adalah tipe rumah yang paling ringkas yang biasa ditawarkan. Luas bangunannya, sesuai namanya, hanya 21 m2 atau 24 m2. Dimensinya bervariasi, misalnya 3×7 meter, 6×3.5 meter, atau 5.25×4 meter.

  • Isinya Apa: Biasanya cuma 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan satu ruang multifungsi (ruang tamu, dapur, dan ruang makan jadi satu di area mungil).
  • Cocok Untuk Siapa: Sempurna untuk Anda yang masih single, pasangan baru menikah yang belum berencana punya anak, atau untuk investasi (dijadikan kontrakan atau kost).
  • Catatan: Tipe ini menuntut Anda untuk kreatif dan minimalis. Kuncinya ada di furniture multifungsi (seperti sofa bed atau meja lipat). Beberapa orang bahkan mengakalinya dengan membuat mezzanine (lantai tambahan) untuk area tidur agar lebih lega.

Tipe 36

denah rumah 6x6 1 kamar tidur

denah rumah 6×6 1 kamar tidur

Ini adalah tipe rumah yang sangat umum di Indonesia. Tipe ini sangat populer dan menjadi pilihan banyak orang.

  • Isinya Apa: Tipe rumah 36 artinya luas bangunannya 36 m2. Dimensi ukuran perumahan type 36 yang paling umum adalah 6×6 meter, 9×4 meter, atau 8×4.5 meter. Denah standarnya adalah 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu (yang sering menyatu dengan ruang keluarga), dan dapur.
  • Cocok Untuk Siapa: Pilihan ideal untuk pasangan muda atau keluarga kecil dengan satu anak.
  • Catatan: Tipe 36 adalah pilihan populer untuk rumah pertama. Tapi seperti yang sudah saya bahas, kenyamanan Tipe 36 Anda sangat bergantung pada luas tanahnya. Ini adalah rumah transisi yang banyak orang akhirnya merenovasi bagian belakangnya saat kebutuhan keluarga bertambah.

Tipe 45

desain denah ukuran rumah type 45

Ini adalah peningkatan yang paling umum dari Tipe 36. Kalau Anda merasa Tipe 36 terlalu sempit, Tipe 45 bisa jadi jawabannya.

  • Isinya Apa: Luas bangunannya 45 m2. Di tipe ini, Anda akan merasakan ruang yang lebih lega. Dimensi bangunannya bisa 6×7.5 meter, 5×9 meter, atau 8×5.6 meter. Tipe 45 bisa memuat 2 kamar tidur yang ukurannya lebih lega, atau bahkan 3 kamar tidur (meskipun jadinya lebih sempit). Biasanya sudah ada ruang makan yang sedikit terpisah dari ruang tamu.
  • Cocok Untuk Siapa: Keluarga kecil yang butuh ruang ekstra, atau yang berencana punya 1-2 anak.
  • Catatan: Jika Tipe 36 terasa pas-pasan, Tipe 45 menawarkan kenyamanan lebih. Ini pilihan pas buat Anda yang tidak mau pusing memikirkan renovasi dalam waktu dekat.

Simak Juga : Panduan Denah Ukuran Rumah Type 45

Tipe 54

Konsep Terbuka (Open-Plan) Denah Rumah 6x8 Meter

Tipe ini mulai terasa lega. Tipe 54 punya luas bangunan 54 m2. Dimensi umumnya bisa 6×9 meter atau 8×6.75 meter (tergantung desain). Tipe ini biasanya dibangun di atas tanah yang juga lebih besar, seperti 54/90 atau 54/120.

  • Isinya Apa: Sangat nyaman untuk 2 hingga 3 kamar tidur. Ukuran kamar tidurnya sudah pasti lebih nyaman, dan ruang keluarga serta ruang tamu sudah bisa dipisah dan lebih luas.
  • Cocok Untuk Siapa: Keluarga yang sudah memiliki satu atau dua anak. Ini adalah tipe rumah yang ideal untuk keluarga kecil yang sedang berkembang.
  • Catatan: Tipe 54 menandai pergeseran dari rumah “entry-level” ke “mid-range”. Sisa lahannya (apalagi di tipe 54/120) sudah sangat cukup untuk taman yang proper dan carport yang lega.

Tipe 60

desain rumah 6x10 memanjang ke samping

Di tipe ini, kata kuncinya adalah fleksibilitas. Luas bangunannya 60 m2. Dimensi yang sering dijumpai untuk tipe ini adalah 6×10 meter, 8×7 meter, atau 6×12 meter.

  • Isinya Apa: Bisa jadi 2 kamar tidur tapi super lega, atau 3 kamar tidur yang ukurannya nyaman. Yang menarik, Tipe 60 ini memiliki dua kemungkinan. Ada Tipe 60 (1 lantai) yang terasa luas, tapi ada juga Tipe 60 (2 lantai) yang efisien (misalnya, 30 m2 di bawah dan 30 m2 di atas).
  • Cocok Untuk Siapa: Keluarga yang sudah mapan dengan satu atau dua anak, atau mereka yang butuh ruang ekstra di rumah, seperti ruang kerja atau ruang hobi.
  • Catatan: Tipe 60 (2 lantai) di lahan terbatas (misal 60/72) sering jadi solusi yang baik untuk keterbatasan lahan di perkotaan. Rasanya beda banget sama Tipe 60 (1 lantai) di lahan 100+ m2.

Tipe 70

Denah Rumah Type 70 1 Lantai dengan 2 Kamar Tidur

Denah Rumah Type 70 1 Lantai dengan 2 Kamar Tidur

Di sini kita mulai masuk ke kategori rumah yang sangat lega. Luas bangunannya 70 m2. Dimensi bangunannya bisa 7×10 meter, 5×14 meter, atau 6×12 meter. Tipe ini umumnya sudah 2 lantai.

  • Isinya Apa: Sangat lega untuk 3-4 kamar tidur. Ruang keluarga sudah besar, dan biasanya punya area servis (cuci-jemur) yang terpisah dan proper.
  • Cocok Untuk Siapa: Keluarga yang sudah mapan dengan 2-3 anak, atau keluarga milenial yang menginginkan hunian modern yang fungsional tanpa terasa sesak.
  • Catatan: Tipe 70 ini menawarkan “kemewahan fungsional”. Mungkin bukan mewah dari segi material, tapi mewah dari segi ruang. Anda punya ruang yang cukup untuk semua anggota keluarga beraktivitas dengan nyaman.

Tipe 120

denah rumah type 120 2 lantai dengan 3 kamar tidur

Sekarang kita masuk ke kategori rumah yang luas. Luas bangunan 120 m2. Umumnya, tipe ini memiliki dimensi bangunan 10×12 meter atau 8×15 meter. Rumah ini hampir pasti 2 lantai.

  • Isinya Apa: Bisa jadi 3 sampai 4 kamar tidur. Namun, ada perbedaannya. Kamar tidur utamanya (Master Bedroom) biasanya sangat luas, seringkali sudah dilengkapi walk-in closet dan kamar mandi pribadi di dalam. Seringkali, bisa ada working area di dalam kamar.
  • Cocok Untuk Siapa: Keluarga mapan (keluarga kecil hingga sedang) yang sangat mementingkan privasi dan kualitas ruang.
  • Catatan: Tipe 120 bukan lagi soal jumlah, tapi soal kualitas hidup. Keluarga yang tinggal di sini mungkin sama-sama punya 2 anak dengan Tipe 54. Bedanya, di Tipe 120, mereka mendapatkan privasi (kamar mandi dalam), ruang personal, dan kemewahan ruang berkumpul yang jauh lebih besar.

Tipe 140

Denah Rumah Type 140

Ini sudah masuk kategori rumah mewah dan sangat luas (140 m2). Pada tipe ini, dimensi PxL bangunannya tidak lagi standar karena sangat disesuaikan dengan desain. Namun, tipe ini umumnya dibangun di atas lahan dengan lebar kavling tertentu, misalnya 7 meter, 9 meter, atau 11 meter. Tipe 140 bisa 1 lantai (tapi sangat lebar) atau 2 lantai.

  • Isinya Apa: Di tahap ini, “tipe” hanyalah angka acuan. Layout-nya sangat fleksibel, mengakomodasi kebutuhan spesifik seperti 3-5 kamar tidur, ruang hobi pribadi, perpustakaan, atau kamar tamu yang mewah.
  • Cocok Untuk Siapa: Keluarga besar atau siapa saja yang menginginkan kemewahan ruang yang bisa didesain custom.
  • Catatan: Di Tipe 140, desain memegang peranan utama. Ini bukan lagi soal layout standar developer, tapi soal ekspresi arsitektur. Ada Tipe 140 (1 lantai) yang sengaja dibuat tampak tinggi seperti 2 lantai agar terlihat gagah dan sirkulasi udaranya adem. Ini adalah tipe rumah yang memberi kebebasan berkreasi bagi arsitek.

Faktor yang Diperhatikan Saat Mencari Rumah

desain rumah sederhana di kampung yang terlihat cantik dan mewah

Oke, sekarang Anda sudah “lulus” soal tipe rumah. Tapi, ingat! Membeli rumah bukan cuma soal tipe. Rumah Tipe 120 sekalipun kalau lokasinya sulit dijangkau dan rawan bencana, akan kalah nyaman sama Tipe 45 di lokasi strategis.

Ini checklist pribadi dari saya yang wajib Anda pegang saat survei:

Lokasi, Lokasi, Lokasi!

Ini adalah aturan utama di dunia properti. Lokasi menentukan segalanya. Tanyakan ini: Seberapa jauh ke tempat kerja? Dekat tidak dengan sekolah anak? Bagaimana akses ke fasilitas penting seperti rumah sakit, pasar, atau supermarket?

Harga (dan Anggaran Total)

Harga rumah bukan cuma harga yang tertera di brosur. Anda harus hitung juga biaya-biaya tambahan lainnya: biaya notaris, pajak (BPHTB), biaya KPR, asuransi, dan siapkan dana untuk perawatan ke depan. Prinsip yang sehat, usahakan total cicilan bulanan tidak melebihi 30% dari total penghasilan Anda.

Fasilitas (Umum dan Perumahan)

Selain fasilitas umum (sekolah, RS, dll), perhatikan juga fasilitas internal perumahan. Apakah ada taman bermain anak? Sarana ibadah? Keamanan 24 jam dengan CCTV? Penerangan jalannya bagus atau gelap di malam hari?

Ukuran Rumah (Sesuai Kebutuhan Jangka Panjang)

Nah, di sinilah pengetahuan Anda soal “Tipe Rumah” tadi dipakai. Jangan cuma memikirkan kebutuhan hari ini. Pikirkan kebutuhan jangka panjang. Kalau Anda pasangan baru yang berencana punya 2 anak dalam 5 tahun ke depan, membeli Tipe 21 mungkin adalah kesalahan. Mungkin lebih bijak menabung lebih sedikit untuk Tipe 45.

Lingkungan Sekitar

Ini wajib disurvei langsung, jangan cuma lihat online. Apakah lingkungannya aman? Tenang? Dan yang paling krusial: Apakah rawan bencana? Cek riwayat banjir di area itu. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Akses Transportasi Publik

Saya sengaja pisahkan poin ini dari “Lokasi” saking pentingnya. Rumah yang dekat dengan stasiun KRL, shelter bus, atau punya akses tol di masa depan adalah faktor pembeda. Ini tidak hanya menghemat waktu dan ongkos harian Anda, tapi juga akan menaikkan nilai investasi properti Anda secara signifikan.

Wujudkan Rumah Impian Anda

before after kontraktor rumah bangunan

Setelah tahu tipe rumah yang cocok dan faktor apa saja yang harus dicari, langkah selanjutnya adalah mewujudkannya. Punya lahan Tipe 36/72 tapi bingung layout 2 kamar tidur yang ideal? Atau punya dana untuk Tipe 120 tapi mau desain yang tidak pasaran dan benar-benar mencerminkan diri Anda?

Di sinilah peran seorang arsitek profesional menjadi sangat penting.

Memilih tipe rumah adalah langkah pertama, tapi menciptakan desain yang memaksimalkan setiap meter persegi dari rumah itu adalah langkah utamanya. Dan untuk itu, saya selalu merekomendasikan tim yang sudah terbukti.

Siapakah Dinasti Nawa Karya?

CV Dinasti Nawa Karya Logo

Izinkan saya memperkenalkan partner saya dalam dunia desain dan konstruksi: Dinasti Nawa Karya. Mereka adalah perusahaan arsitektur terbaik di Indonesia yang berbasis di Kediri. Tapi jangan salah, walau lokasinya di Kediri, jangkauan layanan mereka sudah seluruh Indonesia hingga Asia.

Mereka bukan sekadar “jasa gambar”. Mereka adalah konsultan lengkap yang akan mendampingi Anda dari nol, dari ide, sampai rumah impian Anda jadi kenyataan.

Layanan Jasa Dinasti Arsitek

Galeri Layanan Jasa Arsitek Desain Rumah dan Kontraktor CV. Dinasti Nawa Karya

Apapun kebutuhan desain dan bangunan Anda, mereka punya solusinya:

  • Jasa Desain Rumah Minimalis Modern: Punya lahan Tipe 36 atau 45? Tim mereka ahli menyulap ruang terbatas jadi terasa lega, fungsional, dan stylish.
  • Arsitek Perumahan dan Siteplan: Ini untuk Anda yang mungkin seorang developer atau ingin membangun cluster perumahan.
  • Jasa Gambar Rumah Mewah dan Villa: Nah, ini untuk Anda yang mengincar Tipe 120, Tipe 140, atau bahkan lebih. Mereka bisa menerjemahkan kemewahan dan keunikan yang ada di kepala Anda ke dalam desain nyata.
  • Desain Interior Rumah dan kantor: Tidak hanya luar, mereka juga akan menata bagian dalam rumah atau kantor Anda agar senada, nyaman, dan fungsional.
  • Konsultan Struktur Bangunan: Ini penting sekali! Mau renovasi Tipe 36 jadi 2 lantai? Wajib pakai hitung struktur yang benar biar aman dan kokoh. Mereka ahlinya.
  • Kontraktor Rumah dan Renovasi: Ini yang paling memudahkan. Setelah desainnya jadi, Anda tidak perlu pusing cari kontraktor lain. Dinasti Nawa Karya siap mengeksekusi pembangunan atau renovasi rumah Anda. One-stop solution!

Hubungi Kami

Jadi, jangan biarkan rumah impian Anda hanya jadi angan-angan. Entah Anda butuh desain rumah, interior, hitung struktur, atau bahkan membangunnya dari awal, Dinasti Nawa Karya siap membantu mewujudkannya.

Kesimpulan

Cara Menghitung Tipe Rumah

Mempelajari cara menghitung tipe rumah itu ternyata menarik dan sangat penting, bukan? Sekarang Anda tahu bahwa Tipe 36/72 bukan sekadar angka acak. Itu adalah kode yang memberitahu Anda soal luas bangunan (36 m2) dan luas tanah (72 m2).

Dan yang terpenting, Anda sekarang paham bahwa angka setelah garis miring (luas tanah) seringkali jauh lebih penting untuk masa depan dan potensi renovasi rumah Anda daripada angka di depan.

Memilih tipe rumah yang tepat adalah fondasi. Tapi untuk membangun “rumah” yang benar-benar terasa seperti cerminan diri Anda, Anda butuh desain yang tepat dari ahlinya. Semoga panduan lengkap ini mencerahkan dan membantu Anda, ya!

FAQ (Frequently Asked Questions)

  1. Apa arti Tipe Rumah 36/72?

Ini adalah “kode” standar yang dipakai developer. Angka pertama (36) adalah Luas Bangunan (LB) dalam satuan meter persegi. Angka kedua (72) adalah Luas Tanah (LT) dalam satuan meter persegi. Jadi, Tipe 36/72 artinya sebuah rumah dengan luas bangunan 36 m2 yang berdiri di atas lahan atau tanah seluas 72 m2.

  1. Tipe rumah 36 artinya apa, dan biasanya dapat ruangan apa saja?

Tipe rumah 36 artinya luas total bangunannya adalah 36 meter persegi. Ini adalah tipe rumah paling populer untuk keluarga baru atau pasangan muda. Denah standarnya biasanya terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang tamu (yang seringkali menyatu dengan ruang keluarga), dan sebuah area dapur.

  1. Apa beda utama Tipe 36/60 dan Tipe 36/72?

Perbedaan utamanya ada di sisa lahan. Tipe 36/60 punya sisa lahan 24 m2, sedangkan Tipe 36/72 punya sisa lahan 36 m2. Sisa lahan 12 m2 ekstra di Tipe 36/72 itu sangat berharga. Itu berarti Anda punya taman belakang yang lebih luas dan punya ruang yang cukup untuk renovasi horizontal (menambah dapur atau kamar ke belakang) di masa depan, yang biayanya jauh lebih murah daripada renovasi vertikal (meningkat rumah).

  1. Saya keluarga baru dengan 2 anak, idealnya pilih tipe berapa?

Jika Anda punya 2 anak, Tipe 36 kemungkinan besar akan terasa sangat sempit. Anda sebaiknya mempertimbangkan minimal Tipe 45 atau Tipe 54. Tipe 45 terkadang masih bisa dirancang untuk 3 kamar tidur (meski ukurannya kecil). Tipe 54 umumnya sudah dirancang untuk 2 kamar tidur yang lega atau 3 kamar tidur yang nyaman, sehingga lebih ideal untuk keluarga dengan dua anak.

  1. Apakah teras, carport, dan taman termasuk dalam hitungan “tipe rumah”?

Umumnya tidak. “Tipe rumah” (seperti Tipe 36) secara spesifik merujuk pada Luas Bangunan (LB), yaitu area yang memiliki atap dan dinding penuh (area di dalam rumah). Teras, carport, dan taman adalah bagian dari sisa lahan (selisih antara Luas Tanah dan Luas Bangunan) dan biasanya tidak dihitung sebagai bagian dari “tipe”. Namun, sebaiknya selalu tanyakan langsung pada developer untuk memastikan apa saja yang mereka masukkan dalam hitungan.

  1. Bagaimana cara menghitung tipe rumah saya sendiri?

Cara paling akurat adalah melihat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) atau blueprint (gambar teknis) rumah. Tapi jika ingin menghitung kasar, Anda bisa ukur panjang dan lebar setiap ruangan di dalam rumah (area yang berdinding dan beratap), hitung luasnya (Panjang x Lebar), lalu jumlahkan semua luas ruangan tersebut. Totalnya adalah “tipe” rumah Anda.